Kura-kura merupakan jenis reptile air yang paling sering terlihat di alam liar. Kebanyakan orang yang tinggal dekat perairan seperti sungai kadang melihat kura-kura berjemur di bawah sinar matahari di atas batang kayu. Kura-kura air memang terlihat menyenangkan dan sepertinya gampang dipelihara. Tetapi sebetulnya hanya ada beberapa yang gampang untuk dipelihara serta beberapa lainnya cukup sulit dipelihara. Bahkan pada kura-kura air yang gampang dipelihara tetap saja memerlukan habitat yang terencana serta terawat dengan baik supaya dapat hidup dan tetap sehat.
Dasar Perawatan Kura-kura Air
Umumnya kura-kura air dapat dipelihara dalam akuarium kaca, walau begitu lebih baik lagi jika kura-kura air yang dipelihara secara outdoor. Semakin besar ukuran akuariumnya, semakin bagus untuk kura-kura air. Akuarium yang panjang lebih baik dipakai ketimbang akuarium yang tinggi, sebab kura-kura air akan memiliki ruang permukaan yang lebih luas guna bernafas dalam akuarium yang panjang.
Akuarium yang disediakan mesti cukup besar guna menampung cukup air agar kura-kura dapat berenang dan bolak-balik serta naik-turun di dalam air, tanpa tempat yang bisa membuat kura-kura terjepit dan tertahan di bawah air. Dan yang paling penting yaitu kura-kura butuh tempat dimana mereka dapat keluar dari air untuk berjemur, seperti batu atau batang kayu yang dilengkapi lampu berjemur diatasnya guna menghangatkan kura-kura. Jika kita ingin mengembangbiakkan kura-kura air, kura kura air memerlukan area daratan pasir atau tanah lembut dimana kura-kura betina nantinya akan meletakakan telurnya. Jangan menggunakan batang kayu atau batu yang memiliki bagian yang tajam, hal ini agar ketika kura kura memanjat batu atau batang kayu saat keluar dari air tidak akan melukai atau menggores tempurung kura-kura dan menyebabkan infeksi.
Akuarium inipun memerlukan filter yang baik, tipe canister yang besar merupakan yang terbaik, mungkin juga dibutuhkan penghangat air (water heater) guna menjaga suhu air yang tepat bagi spesies kura-kura air tersebut. Sebuah thermometer bawah air juga mesti tersedia agar kita dapat mengetahui derajat suhu air didalam akuarium. Filter yang baik dapat membantu menjaga kesehatan kura-kura kita, menghindarkannya dari infeksi tempurung, serta membuat Anda tidak perlu sering-sering menguras air dalam akuarium. Meskipun begitu, kita mesti tetap menguras akuariumnya minimal seminggu sekali guna menjaga tingkat pH air dan mineral dalam air akuarium tersebut. Kita pun tidak perlu mendekorasi akuarium, kebanyakan kura-kura air tidak memerlukan substrat atau alas dasar akuarium. Dan juga, akuarium lebih mudah dibersihkan jika tidak terdapat substrat apapun.
Kita dapat menggunakan akuarium terpisah guna memberinya makan, hal ini dapat membantu menjaga kebersihan akuarium utama dan dapat meminimalisir terjadinya sisa sisa endapan makanan di rumah utamanya. Kita juga dapat dengan mudah memonitor berapa banyak makanan yang dimakan kura kura air kita mendapat makanan yang cukup tanpa berlebihan agar terhindar obesitas. Kura-kura air yang obesitas sama dengan kura-kura yang sakit dan akan gampang stress, sebab mereka tidak dapat menyembunyikan kepala serta kaki-kaki mereka dalam tempurung saat merasa terancam. Umumnya kura-kura air dewasa hanya perlu diberi makan tiap dua hari sekali dan hanya sebanyak apa yang mereka makan dalam 3-5 menit. Buatlah jadwal pemberian makan bagi kura-kura air kita.
Suplemen vitamin serta mineral diperlukan oleh seluruh kura-kura yang dipelihara secara captivity (dalam akuarium), dan jika kura-kura air kita diletakkan dirumah sepanjang waktu, kita memerlukan lampu full-spectrum khusus reptil supaya kura-kura air dapat melakukan metabolisme vitamin dengan baik.
Bagi seorang pemula dapat memulai memelihara kura-kura air dari spesies kura-kura air lokal hasil captive-bred. Hal ini agar kita tidak perlu repot-repot menyesuaikan perbedaan iklim yang radikal pada kura-kura air non-lokal, dan kura-kura air kita tidak akan stres atau bahkan sakit sebab biasanya kura-kura air non-lokal dikirim dari jarak jauh menggunakan kapal.
Periksakan kura-kura air pada dokter hewan sesegera mungkin, ini untuk memastikan bahwa kura-kura air sehat. Siapkan terlebih dahulu akuarium dan sesuaikan letak akuarium sebelum membawa pulang kura-kura Air, cek segala sesuatunya agar berfungsi dengan benar dan suhu telah diatur. Usahakan sedapat mungkin jangan menganggu atau mengutak-atik rumah baru bagi kura-kura air tersebut selama beberapa hari, ini agar kura-kura air bisa menyesuaikan diri dan beradaptasi dalam akuarium dan menghilangkan stres. Jangan kuatir bila beberapa hari pertama kura-kura Anda tidak makan terlalu banyak, tetapi jika kura-kura kita tidak makan sama sekali sesudah seminggu, bawalah ke dokter hewan!
Pastikan kita mengetahui secara pasti jenis penyu kita supaya bisa menyesuaikan kondisi habitat pemeliharaan di akuarium kita. Beragam jenis kura-kura air yang biasanya dijual di Indonesia berasal dari 8 famili dalam keluarga besar Chelonia, yakni Carettochelyidae, Chelidae, Chelydridae, Emydidae, Geoemydidae, Kinosternonidae, Podocnemididae, dan Trionychidae. Dan diantara famili-famili tersebut ada yang bersifat full-aquatic dan ada pula yang bersifat semi-aquatic. Berikut penjelasan secara umum dari famili-famili tersebut.
Jenis-jenis yang biasanya bersifat full-aquatic adalah Carettochelyidae (kura-kura moncong babi), Chelidae (kura-kura leher panjang, matamata, kura-kura leher pendek), Chelydridae (Common dan Alligator snapping), Kinosternonidae(Razorback, stinkpot) dan Trionychidae (labi-labi atau bulus). Sebab itu, buatlah akuarium dengan perbandingan luas area air lebih besar dibanding luas area darat (untuk berjemur). Walaupun dari jenis-jenis ini banyak sukses dipelihara secara benar-benar fullwater, tapi alangkah baiknya bila Anda tetap memberikan tempat berjemur agar proses metabolisme juga berjalan lancar.
Jenis-jenis yang biasanya bersifat semi-aquatic adalah Emydidae (kura-kura Brazil, diamondback terrapin, kura-kura map Mississipi, American box turtle, dan lain-lain),Geoemydidae (kura-kura Ambon, kura-kura daun, kura-kura sungai, dan lain-lain), dan Podocnemididae (Yellow-spotted turtle atau unifilis). Sebab itu, buatlah akuarium dengan perbandingan luas area air sebanding dengan luas area darat (untuk berjemur).
JIka kita sudah tahu spesies kura-kura air yang akan kita pilih dan rumah yang mirip dengan habitat aslinya telah tersedia, kita tidak akan banyak menghadapi masalah dan akan lebih banyak kesenangan yang kita peroleh bersama kura-kura akuatik peliharaan baru Anda.
Makanan Kura kura Akuatik atau Diet
Jika kita mempunyai kura-kura air, kita sebaiknya terlebih dahulu tahu secara jelas kura-kura kita tergolong spesies yang mana. Barulah cari tahu apa yang spesies kura-kura air tersebut butuhkan guna menjadi sehat dan bahagia. Ada banyak informasi di internet tentang kura-kura dari seluruh jenis, pastikan juga kita memperoleh saran yang bagus dari orang yang tahu mengenai apa yang kita tanyakan.
Terdapat beberapa aturan umum mengenai makanan kura-kura air yang bisa menolong menjaga kesehatan kura-kura air kita dan memastikan bahwa kura-kura air kita diberi makan dengan baik. Hal pertama yang mesti diketahui tentang makanan yang sesuai untuk kura-kura air kita yaitu tidak seperti kebanyakan kura-kura darat, hampir seluruh kura-kura air memperoleh banyak nutrisi dari protein hewani, utamanya bagi kura-kura berusia muda. Beberapa spesies seperti kura-kura Slider dan Painted, lebih bersifat karnivora saat masih muda, dan menjadi vegetarian ketika dewasa. Lagi-lagi, pastikan kita mengecek kebutuhan spesifik dari spesies kura-kura air Anda.
Hampir semua kura-kura air itu omnivora, yang artinya bahwa mereka dapat memakan apapun yang mereka temukan baik itu tanaman akuatik yang banyak, siput, serangga, ikan, katak, dan lainnya. Sebab kura-kura air memakan binatang secara utuh, tulang-tulang dari mangsanya juga memberi cakupan kalsium yang mereka butuhkan dalam makanannya. Umumnya, orang yang memelihara kura-kura salah kaprah tentang bagaimana memperlakukan kura-kura air dengan baik adalah dengan hanya memberikan daging saja, tapi pada kenyataannya kura-kura air memerlukan kalsium dari tulang mangsanya, atau suplemen kalsium komersial yang bagus, agar pertumbuhan tulang kura-kura air tumbuh dengan baik.
Sebab sering memakan tulang terkadang juga menimbulkan gangguan pencernaan atau bahkan luka, umumnya pemelihara kura-kura air lebih memilih untuk memberikan suplemen kalsium dan vitamin D3 yang bagus. Kita bisa meminta pet supply shop terdekat untuk menyarankan merk terbaik yang dapat kita beli.
Dalam keadaan apapun, jangan hanya memberi makanan kura-kura air kita dengan pelet saja. Beberapa merk mempunyai cakupan nutrisi yang sangat kurang atau bahkan tidak mempunyai vitamin, mineral serta serat yang dibutuhkan. Dan juga, jika kita memberi makanan kura-kura air hanya berupa ikan saja juga tidak bagus sebab dapat membuat masalah pada liver akibat tingginya kandungan lemak yang pada ikan dan menyebabkan kura-kura air kita kekurangan vitamin B akibat sebuah enzim yang ada pada ikan.
Saat kita memberi makanan kura-kura air berupa pelet, campurkanlah terlebih dahulu dengan bubuk vitamin D3 serta kalsium reptil yang berkualitas dalam air terpisah dan diamkan sebentar selama 15 menit sebelum diberikan pada kura-kura air. Ini untuk membuat pelet menyerap bubuk kalsium dan menambah cakupan kalsium bagi kura-kura air. Ini supaya bubuk kalsium tidak terbuang percuma. Taburkan pula bubuk tersebut pada makanan hidup dan vegetasi makanan dan kura-kura air kita akan memperoleh cukup kalsium.
Cobalah untuk menyiapkan makanan yang bervariasi dan seimbang pada daftar makanan di bawah ini. Berikan kura-kura air kita sebuah porsi yang terdiri dari dua atau tiga jenis makanan dari daftar ini, dan berikanlah porsi berbeda yang terdiri dari dua atau tiga jenis makanan yang berbeda pula saat pemberian makan selanjutnya.
1. Tumbuhan air dan sayuran hijau yang banyak setiap hari.
2. Turtle Food komersial yang berkualitas bagus 3 x seminggu
3. Sejumlah ikan teri mentah, ikan mas kecil, atau ikan kecil lainnya sesekali.
4. Pelet ikan, 2 x seminggu untuk kura-kura anakan dan 1 x seminggu untuk kura-kura dewasa.
5. Cacing tanah, jangkrik, cacing sutra, cacing beku, dan semacamnya sesekali.
Sebaiknya jangan menggunakan batu-batu kecil atau pasir halus pada akuarium berisi kura-kura air sebab bisa menjadi ancaman hidup jika secara tak sengaja termakan. Selain itu juga, batu-batu kecil tersebut akan mengendapkan sisa-sisa makanan yang akhirnya membusuk dan membuat air berbau tak sedap dan keruh.
Selamat memelihara kura-kura air! |
Minggu, 22 September 2013
Cara Merawat Kura - Kura Air
Cara Mengawinkan Kura - Kura Brazil
Umur kura-kura siap kawin
Merah terkulai sliders akan cukup dewasa untuk pembiakan sekitar 5 tahun, hal ini bila perempuan shell adalah ukuran sekitar 15 cms (sekitar 6 inci).
Perkawinan tari
Perkawinan yang tari dari jenis ini sangat menarik untuk dijabarkan dan mengamati. Swims yang laki-laki terhadap perempuan dan mulai caressing wajah dengan panjang depan claws. Dia mungkin juga berenang di lingkungan sekitar dia. Dia mungkin juga dia mogok depan shell ringan dengan claws (terlihat seperti ini jika dia depan leggs yang gemetar). Jika ia menerima, ia akan menerima dia, jika tidak, yang mungkin mulai berkelahi. Jika setelah 45 menit, perempuan yang tidak mau menerima laki-laki dengan tari, anda harus menghapus dia dari tangki dan coba lagi dalam waktu sekitar dua hari. Perkawinan itu sendiri yang memakan waktu sekitar 15 menit.
tempat ukuran perkawinan
Menggunakan 30 gallon tank. Jauhkan air hangat namun dangkal (Tentang 5 inci), karena selama perkawinan laki-laki yang mungkin bisa jadi terkonsentrasi bahwa ia mungkin lupa bahwa perempuan harus keluar untuk bernapas!.
Setelah perkawinan
Dianjurkan selama kehamilan agar perempuan terpisah dari laki-laki, sehingga ia tidak akan terganggu so much. Anda harus menangani ONLY ketika dia benar-benar diperlukan. Jauhkan air sangat bersih dan dia memberi ruang yang cukup. Pemanasan juga sangat penting sebagai mereka akan menghabiskan banyak waktu untuk basking hangat sendiri dan telur di dalamnya. Anda mungkin melihat adanya perubahan pada nafsu makan yang perempuan, dia mungkin menolak untuk makan. Ini adalah hal yang wajar. Namun, dia terus menawarkan makanan dan mempertimbangkan mengubah diet, mungkin dia merasa cenderung makan hal-hal tertentu saja.
Nesting kuartir
Mempersiapkan 20 gallon tank dengan sekitar 4 inci dari tanah atau tanah potting / vermiculite campuran.
Peletakan telur
Rata-rata masa kehamilan adalah dua bulan, tetapi jika ia tidak menemukan tempat yang cocok untuk dia meletakkan telur, dia akan tetap di dalam mereka. Selama dua minggu terakhir Anda akan melihat bahwa dia akan ingin menghabiskan waktu lebih banyak di darat, dan sniffing penggalian di sekitar inorder untuk menemukan tempat yang tepat untuk peletakan leggs dia. Pada tahap ini, Anda harus menempatkan perempuan di tempat nesting. Cobalah untuk melihat dia sebanyak mungkin untuk melihat di mana dia meletakkan telur. Dia mungkin meletakkan 2-20 telur.
Mengeluarkan telur atau
not? tidak?
Beberapa keepers memilih untuk meninggalkan telur di mana mereka telah dibebankan. A good point dari hal tersebut adalah bahwa mereka tidak perlu menangani telur, penggalian mereka dapat dammage beberapa dari mereka. J buruk adalah bahwa pemantauan dikuburkan telur dapat sedikit sulit. yang terburuk yang dapat terjadi adalah bahwa satu telur, kenapa, jamur yang kemudian akan menyebar ke telur yang lain ... atau beberapa hatchilings mungkin ada masalah penggalian mereka jalan keluar.
Kotak inkubasi
Jika Anda memutuskan untuk menghapus telur menetas ke mereka, Anda harus mempersiapkan sebuah kotak inkubasi. Anda dapat menggunakan sweater kotak besar plastik atau plastik shoebox. (Plastik kotak yang baik karena mereka dapat dengan teliti dibersihkan dengan baik dan tetap kelembaban.) Drill sejumlah kecil ke dalam lubang tutup untuk ventilasi. (Buatlah tidak lebih dari belasan lubang sekitar seperempat inci di suatu diameter). Kemudian , membuat seperai dalam kontainer sekitar 2 inci yang vermiculite. Gunakan berat daripada gandum yang baik satu. membasahkuyupi vermiculite yang merata. Pastikan itu lembab dan tidak WET.
Mengeluarkan telur
Proses ini harus dilakukan sangat hati-hati. Scoop kembali bagian kecil dari sekitar substrat berikutnya, sangat lambat dan hati-hati, mencoba untuk merasakan telur dengan jari-jari anda pada saat yang sama. Setelah Anda menemukan telur, sebelum mengeluarkan itu, memperoleh air berdasarkan merasa tanda-tipped dan membuat kecil pada bagian atas tempurung. Hal ini penting karena Anda membutuhkan tempat untuk menaruh telur pada posisi yang sama kura-kura yang diletakkan mereka. Setelah semua telur dipindahkan ke kotak penetasan, menetapkan suatu tempat di mana ia tidak akan terganggu. Periksa telur beberapa hari setelah oleh hanya mengeluarkan penutup, tetapi tidak menangani mereka! Periksa telur busuk, yang harus Anda throuw pergi dengan segera. Jika anda melihat sebuah telur yang sedang berkembang jamur , Anda dapat menghapus sebagai jamur dengan solusi dari 50/50 antiseptik obat kumur dan air, yang harus diterapkan dengan hati-hati dengan kuas.
Perawatan dari hatchlings
Menetapkan mereka pada 20 gallon tank per lusin. Memberikan mereka dengan wilayah daratan dan kawasan air dangkal. Baru perlu menguasai seni apung dan tinggal di bawah untuk periode waktu lama. Jangan menganggap bahwa mereka akan hidup dengan hanya air. Bayi merah terkulai sliders dapat menenggelamkan jika Anda benar-benar mereka lalai daerah lahan kering. Setelah mereka ditetapkan dalam tangki mereka mulai makan mereka. Yang penting untuk mereka untuk makan. Mulai dengan menawarkan mereka satu per satu semua item pada slider diet yang benar. Catatan: Anda mungkin harus' memotong 'semua makanan yang anda menawarkan mereka sejak kecil bayi. Ini termasuk choping cacing tanah, mealworms, jangkrik. Saya tahu, ini sounds disgusting tetapi saya percaya, Anda akan digunakan untuk beberapa waktu kemudian dan tidak akan mengganggu Anda lagi. Seperti addult sliders, baru mereka harus sudah penuh spektrum cahaya. Jadi jangan lupa untuk menyertakan bahwa dalam tangki. Spektrum cahaya yang penuh akan membantu kerang yang baru lahir ke mengeras. Menyimpan air bersih rapi. Jika Anda tidak memiliki penyaring mengubah air setiap dua hari. Hal ini sangat penting sejak bayi sliders lebih rentan untuk mendapatkan mata infecitions (yang dapat meninggalkan mereka buta untuk hidup atau bahkan membunuh mereka) daripada orang dewasa sliders.
Penggarisan
Anda harus mulai untuk mematuhi telur lebih hati-hati sekitar 80 hingga 85 hari setelah mereka telah diletakkan. Penggarisan saatnya akan datang! Ketika waktu datang, yang akan memotong hatchings kulit telur dengan telur yang disebut gigi, yang jatuh dari sekitar satu jam nanti tumbuh dan tidak pernah kembali. Jika mereka tidak merasa aman, mereka akan tetap berada di dalam tempurung mereka. Jangan mencoba untuk membawa mereka keluar sampai mereka telah keluar pada mereka sendiri. (mereka mungkin tidak keluar sampai keesokan harinya). Setelah mereka keluar, Anda akan melihat sebuah karung kecil gantung dari perutnya. Ini adalah hakekat kantung mereka yang makan sambil mereka incubating. TIDAK mencoba untuk menghapus kantung ini, mencoba untuk menghapus dapat membunuh bayi penyu. Lebih baik menunggu yang turun sendiri. Setelah turun, Anda akan melihat yang terbelah di plastron. Ini akan menyembuhkan dengan sendirinya juga, anda tidak perlu menjalankannya.
Kamis, 19 September 2013
Cara Menetaskan Telur Kura - Kura Brazil
Sama halnya seperti telur-telur hewan pada umumnya, cara menetaskan telur kura-kura dibutuhkan suhu udara yang cukup hangat. Apabila suhu semakin dingin pastinya telur-telur tersebut akan semakin lama menetas. Begitu pun dengan telur kura-kura yang akan ditetaskan, suhu yang dibutuhkan untuk memenuhi telur kura-kura supaya menetas ialah 27,8° - 29,4°C.
Dengan suhu seperti itu telur kura-kura akan menetas dalam waktu ± 85 hari. Namun apabila suhu kurang hangat bisa mencapai 110 hari, tetapi sebaliknya apabila suhu sesuai dengan yang diinginkan oleh telur kura-kura tersebut, maka telur-telur tersebut akan menetas pada hari ke 65.
Suhu di atas 30,6°C termasuk terlalu tinggi dan batasan suhu terrendah 23,9°C. jadi kita harus menjaga suhu supaya tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Dan yang paling penting untuk melakukan proses inkubasi ini yaitu menjaga kelembaban dan suhu.
Alat-alat yang dibutuhkan untuk proses inkubasi ini, yaitu :
- Akuarium yang memuat kapasitas air 10 galon (37,9 liter) atau bisa juga menggunakan tempat/wadah lain yang berukuran sama. Kenapa menggunakan akuarium ? Karena akuarium bentuknya transparan.
- Critter cage atau akuarium plastik yang banyak kita jumpai do took-toko ikan hias. Akuarium ini dilengkapi dengan tutup plastic pada bagian atasnya
- Thermometer akuarium 2 buah dan 1 buah pengukur kelembaban.
- Sebuah pemanas air yang dilengkapi dengan pengontrol temperature
- Substrate, seperti pasir, peat moss, vermiculite, tanah tanaman, aspen bedding, dll.
Selanjutnya setelah peralatan tersebut terkumpul, kita mulai dengan langkah-langkahnya :
1. Tuangkan air hangat ke dalam akuarium hingga mencapai ketinggian ± 8 cm. kemudian tempatkan alat pemanas air di dasar akuarium. Atur suhu pemmanas pada suhu paling rendah. Tempatkan 1 termometer dalam air agar kita dapat mengetahui suhu air. Kemudian biarkan suhu air menjadi stabil selama 1 atau 2 jam, lalu atur suhu pemanas sampai mencapai suhu stabil antara 26,7°C – 28,9°C.
2. Masukan substrate pada critter cage hingga mencapai setengah tinggi media. Substrate-nya harus lebab, tetapi tidak telalu basah. Bila menggunakan aspen bedding atau peat moss, kita bisa tempatkan di dalam mangkok selama 15-20 menit agar air dapat menyerap masuk. Sebelum aspen bedding atau peat moss ke dalam critter cage, terlebih dahulu diperas agar tidak terlalu banyak air.
3. Tempatkan thermometer yang satunya lagi setengah masuk ke dalam substrate. Hal ini supaya kita dapat mengetahui suhu yang didapatkan oleh telur ketika telursudah berada di atas substrate. Kemudian bentuk substrate tersebut untuk menyimpan telur supaya telur tidak bergeser. Dan jangan menutup telur dengan substrate supaya kita bisa mengamati telur tersebut, busuk atau tidak. Perlu diperhatikan juga letak telur pada media sebelumnya, apabila telur pada mmedia tanah sebelumnya sudah memiliki posisi yang benr maka kita tidak boleh merubahnya ketika di masukan ke tempat incubator, caranya, dengan menandai dengan pensil posisi telur yang berada di bawah tanah supaya tidak keliru. Karena telur yang terganggu karena diputarbalikan akan menyebabkan matinya embrio.
4. Tempatkan pengukur kelembaban pada bagian atas akuarium
5. Ketika kita sudah memperoleh suhu stabil pada akuarium, tempatkan critter cage ke dalamnya. Apabila mengapung, gunakan batu atau benda lain supaya tenggelam.
6. Gunakan penutup berrjaring untuk menutupi bagian atas akuarium. Dan jarring-jaring tersebut tutup kembali dengan busa filter agar menjaga suhu kelembaban tetap stabil.
7. Untuk menjaga suhu tetap stabil, 1-2 hari sekali kita harus menge cek kedua thermometer tersebut, dan atur suhu heater agar suhu tetap berada pada jangkauan yang diinginkan. Substrate pun harus tetap basah, apabila mengering basahi lagi dan usahakan tidak mengangkat dan tidak mengganggu telur-telurnya.
8. Apabila ada telur yang keriput (peyot) secepatnya telur tersebut dikeluarkan, hal ini bisa diakibatkan oleh kelembaban pada incubator terlalu rendah. Dan telur yang sudah benar-benar rusak akan mengeriput (peyot) sekali, berwarna hitam, mengecil, dan berbau busuk.
9. Untuk menjadi acuan keberhasilan proses penetasanan, setiap hari bisa kita catat informasi yang berada di incubator tersebut. Karena informasi tersebut akan menjadi bahan rujukan bagi kita di masa yang akan datang.
Langganan:
Komentar (Atom)

